Seperti Apa Sistem Pernapasan Pada Manusia dan Fungsinya?

Pada artikel kali ini, Satu Jua akan membagikan informasi seputar sistem pernapasan pada manusia. Namun, perlu diketahui bahwa pernapasan merupakan pertukaran gas antara makhluk hidup (organisme) dengan lingkungannya.

Jadi berdasarkan tinjauan umum, manusa bisa mendefinisikan pernapasan manusia sebagai sebuah proses menghirup oksigen dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida serta uap air.

Agar sistem pernapasan bisa bekerja dengan baik, maka keberadaan oksigen yang merupakan zat kebutuhan utama pada sistem pernapasan mutlak harus ada dan oksigen selalu ada di lingkungan sekitar.

Sistem pernapasan pada manusia mencakup dua proses, yaitu :

1. Pernapasan Eksternal

sistem pernapasan pada manusia
via doctor-bob.de

Pernapasan eksternal merupakan istilah atau ungkapan bagi proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru dengan darah dalam kapiler.

2. Pernapasan Internal

sistem pernapasan pada manusia
via medicalxpress.com

Pernapasan Internal bisa diartikan sebagai pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan dari dalam tubuh manusia.

Fungsi oksigen dalam proses pernapasan sebagai oksidasi (pembakaran) zat makanan yaitu gula (glukosa).

Glukosa sendiri memiliki peran sebagai energi pada zat makanan. Jadi, fungsi utama dari pernapasan atau respirasi yang dilakukan organisme adalah pengambilan energi yang bersumber dari makanan.

Energi yang berhasil dikeluarkan melalui proses pernapasan nanti akan sangat berguna bagi aktivitas hidup, meliputi tumbuh kembang, pertahanan pada tubuh, pembelahan sel-sel pada tubuh, gerak otot, dan yang lain sebagainya.

Pada sistem pernapasan manusia, udara tidak bisa masuk secara langsung melalui permukaan kulit, tetapi harus terjadi di bagian dalam tubuh dahulu, tepatnya di dalam gelembung paru-paru (alveolus), baru setelah itu melalui permukaan kulit.

Pada pernapasan secara tidak langsung, masuknya udara ke dalam tubuh manusia melalui alat-alat pernapasan.

Ini karena bernapas merupakan proses menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida, tubuh manusia membutuhkan alat-alat pernapasan yang terdiri dari rongga hidung, faring (tekak), laring (pangkal tenggorokan), trakea (batang tenggorokan), bronkus (cabang tenggorokan), dan pulmo (paru-paru).

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan Satu Jua sebutkan bagian-bagian di dalam sistem pernapasan pada manusia dan funsinya:

1. Rongga Hidung

sistem pernapasan pada manusia
via fudfact.com

Hidung sendiri terdiri dari bagian lubang, rongga dan ujung rongga hidung.

Di dalam hidung terdapat bulu-bulu halus yang berfungsi menyaring udara sebelum masuk ke tubuh.

Itulah alasan utama kenapa manusia dianjurkan bernafas menggunakan hidung karena jauh lebih sehat ketimbang bernapasa menggunakan mulut.

Jika bernapas menggunakan hidung, maka kotoran atau debu yang ingin masuk akan tersaring melalui bulu-bulu halus.

Kotoran atau debu yang tersaring akan tertinggal pada bagian rongga hidung, seperti upil.

Pada bagian ini pula temperatur atau suhu dan kelembaban udara diatur sebelum diproses dalam paru-paru.

Ini karena kelembaban udara tidak selamanya sesuai dengan kondisi tubuh, menjadikan tubuh manusia perlu melakukan penyeimbangan sebelum melewati tenggorokan atau saluran pernapasan lainnya.

Fungsi rongga hidung sesungguhnya sebagai pintu masuk utama yang mengalirnya oksigen untuk pernapasan pada manusia, dan jalan keluar karbon dioksida serta uap air sisa pernapasan.

Rongga hidung memiliki peran yang sangat penting, yaitu sebagai filter udara ketika udara masuk bersamaan debu-debu kotor. Karena pastinya manusia tidak tahu udara membawa zat-zat apapun melalui rongga hidung.

Dan bukan hanya melalui proses itu saja, udara masuk yang sudah melewati rongga hidung pun nantinya akan bertemu dengan proses penghangatan yang menyesuaikan suhu tubuh manusia.

Jika suhu tubuh di dalam terjadi lembab, maka udara yang masuk juga mengalami proses lembab juga.

2. Tenggorokan

sistem pernapasan pada manusia
via 7kefa.com

Fungsi tenggorokan dibedakan menjadi 2 bagian, yakni sebagai jalan pernapasan dan pencernaan.

Dalam pernapasan pada manusia, panjang tenggorokan bisa sampai 12 hingga 14 cm. Itu pun hanya di bagian pangkal.

Di dalam ilmu biologi biasa disebut laring. Bentuknya kerucut dengan ukuran 3 – 4 cm.

Laring sendiri terdiri dari 9 macam tulang rawan dan serabut otot untuk dapat berfungsi dan bekerja secara maksimal.

  • Faring (tekak) : Bentuknya mirip corong tabung. Letaknya tepat di belakang rongga mulut dan hidung. Fungsi faring (tekak) sebagai jalan-masuknya udara dan makanan serta menjadi ruang getar yang akhirnya menghasilkan suara dari rongga mulut.
  • Laring (Pangkal Tenggorokan) : Laring berlokasi di antara faring dan trakea. Terdiri dari susunan 9 buah tulang rawan, di mana salah satunya berbentuk segitiga yang bisa kita sebut jakun.

Di dalam laring terdapat pita suara dan epiglottis. Epiglotis sendiri adalah kartilago elastis yang memiliki bentuk menyerupai daun.

Epiglotis dapat membuka dan menutup. Pada saat menelan makanan, epiglotis menutup sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan tetapi menuju kerongkongan.

Pita suara sendiri adalah merupakan selaput lendir yang berbentuk dua pasang lipatan dan akan bergetar ketika manusia bersuara.

3. Trakea (batang tenggorokan)

sistem pernapasan pada manusia
via iytmed.com

Bentuk trakea lebih menyerupai cincin dan terdiri dari tulang rawan. Posisi trakea terdapat di kerongkongan yang fungsi utamanya sebagai saluran makan.

Pada bagian dinding trakea terdapat silia dan lapisan lendir. Fungsi dari lapisan lendir tersebut sebagai penyaring atau filter bagi kotoran yang tidak tertangkap oleh laring agar tidak sampai masuk ke dalam paru-paru.

Di tahap ini, respon tubuh manusia terjadi dengan cara mengeluarkan batuk atau bersin yang tujuannya mengeluarkan kotoran yang sudah terlanjur masuk pada bagian tubuh manusia.

Trakea menyeruapi bentuk pipa yang memanjang di bagian leher dan rongga dada (toraks).

Trakea tersusun dari cincin tulang rawan dan otot polos.

Dinding bagian dalam trakea berlapis sel-sel epitel berambut getar (silia) dan selaput lendir.

Trakea bercabang dua, di mana  yang satu menuju paru-paru kiri dan yang lain menuju paru-paru kanan. Cabang trakea disebut bronkus.

4. Pulmo ( Paru-Paru )

sistem pernapasan pada manusia
via geoface.info

Posisi paru-paru di dalam rongga dada bagian atas, sementara rongga dada dan rongga perut dipisahkan oleh sekat yang disebut diafragma.

Paru-paru terbagi menjadi dua bagian yaitu paru-paru kanan yang terdiri dari tiga gelambir dan paru-paru kiri yang terdiri dari dua gelambir.

Paru-paru dibungkus oleh selaput paru-paru tipis yang disebut pleura.

Di dalam paru-paru, setiap dari bronkus tersebut bercabang-cabang membentuk bronkiolus.

Karena bentuk cabang-cabang inilah yang akhirnya bronkus betugas sebagai pembuluh halus di gelembung paru-paru yang disebut alveolus (jamak = alveoli).

Alveoli menyerupai busa atau sarang tawon. Jumlah alveoli kurang lebih 300 juta. Dinding alveolus sangat tipis dan elastis.

Pada alveolus ini akan terjadi sistem pertukaran gas pernapasan pada manusia atau biasa disebut difusi, yaitu oksigen dan karbon dioksida.

  • Bronkus : Merupakan cabang dari trakea yang bentuknya mirip cincin dan tersusun dari tulang rawan. Dalam sistem pernapasan pada manusia, ada 2 jenis bronkus, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Bronkus kanan punya peran penting pada paru-paru sebelah kanan dengan cara menjaga, begitu pula bronkus kiri. Namun, fungsi bronkus sesungguhnya yaitu sebagai penghantar udara dalam sistem pernapasan, baik oksigen dan karbon dioksida dari dan menuju paru-paru.
  • Bronkiolus : Ternyata bronkus memiliki anak yang disebut bronkiolus, yaitu saluran tipis dan kecil dengan dinding sangat halus. Jumlah bronkiolus didasari dari jumlah gelambir yang ada dalam paru-paru, tepatnya ada 3 gelambir. Satu gelambiar di paru-paru sebelah kanan dan 2 gelambir di paru-paru sebelah kiri. Berdasarkan tinjauan medis, fungsi bronkiolus disebut sebagai cabang bronkus, karena letaknya yang tepat di ujung bronkus.
  • Alveolus : Pada bagian ujung bronkiolus terdapat banyak gelembung yang bernama alveolus. Di dalam tubuh manusia, khususnya di bagian paru-paru, setidaknya ada sekitar 300 juta alveolus dengan bentuk dinding yang sangat tipis. Fungsi alveolus di sini menjadi tempat keluar masuknya udara, oksigen, dan karbon dioksida di dalam paru-paru.
  • Pleura : Sebagai organ terpenting dalam sistem pernapasan pada manusia. Fungsi pleura bisa dibilang vital bagi kelangsungan pernapasan manusia. Lokasinya di dalam area rongga dada atau diatas diafragma. Diafragma memiliki peran sebagai sebuah sekat yang membatasi antara area rongga perut dan rongga dada. Terdapat 2 lapiran Pleura. Satunya pleura berisi cairan yang mengurangi jumlah gesekan ketika paru-paru bekerja dengan cara mengembang dan mengempis.

Sementara untuk ukuran udara yang ditampung di dalam paru-paru manusia hanya sekitar 3,5 liter udara.

Udara yang dihirup masuk ke dalam tubuh berupa oksigen akan dialirkan ke seluruh tubuh untuk membantu proses metabolisme. Salah satunya dialirkan melalui sistem peredaran darah, khususnya sel darah merah.

 

Demikianlah informasi seputar sistem pernapasan manusia melalui artikel kali ini. Semoga artikel ini bisa memberikan gambaran yang benar tentang masalah sistem pernapasan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.