Menengok Sejarah Mata Uang Indonesia, Jejak di Masa Lalu hingga Baru

Sejarah Mata Uang Indonesia – Kamu harus tahu, bahwa di tanggal 30 Oktober merupakan hari peringatan Keuangan Nasional bagi Indonesia. Beruntunglah yang sudah tahu, karena di tanggal tersebut dipilih sebagai hari lahir mata uang Rupiah.

Untuk itu, tidak ada salahnya jika kali ini Satu Jua memberitahukan padamu mengenai perjalanan sejarah mata uang Indonesia, jejak rupiah dari masa dulu hingga ke masa sekarang.

Jadi pada 71 tahun yang lalu, pemerintah Indonesia secara resmi memberlakukan Oeang Repoeblik Indonesia (ORI).

Hal itu menjadi tanggal tidak berlakunya lagi uang Jepang dan uang Javasche Bank. Tanggal 30 Oktober 1946 lah merupakan hari yang bersejarah karena di tanggal tersebut Indonesia telah memiliki mata uang resmi, yaitu mata uang Rupiah.

Soal penamaan kata ‘rupiah’ ini diambil dari bahasa Mongolia, ‘Rupia’ yang berarti perak.

Itulah yang kemudian melatarbelakangi sebutan satuan mata uang Indonesia sebagai perak.

Selain itu, beberapa kalangan juga menyebut mata uang Rupiah dengan istilah mata uang Garuda. Dan pastinya sebutan tersebut didasari pada lambang negara Indonesia yaitu burung Garuda.

Mengenai Sejarah Mata Uang Indonesia

Setelah memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia belum memiliki mata uang resmi.

Baru pada tahun 1946, Indonesia memberlakukan ORI. Nominal yang beredar kala itu dimulai dengan satu sen. Berlanjut kemudian ke lima sen hingga 100 rupiah. ORI diberlakukan dari tahun 1945 – 1949.

sejarah mata uang Indonesia
via wikimedia.org

Pada awalnya desain ORI masih sederhana. Pengaman yang diselipkan dalam ORI berupa serat halus dan dicetak di Yogyakarta secara terbatas.

Nilai mata uang rupiah kala itu masih kalah dengan mata uang yang dikeluarkan oleh De Javasche Bank.

Salah satu seri ORI emisi 1 lainnya dengan nominal 5 sen disimpan di Museum Bank Indonesia.

sejarah mata uang indonesia
via bukalapak.com

Mata uang ORI ditandatangani oleh Mr. A. A Maramis, menteri keuangan RI ke-2. Uang ORI dengan nominal 5 sen akhirnya terbit pada tahun 1946 dan ditarik pada tahun 1950. Hanya bertahan 4 tahun.

Saat itu warna ORI 5 sen didominasi oleh ungu yang dicetak pada kertas berukuran 100 x 49 mm. Seperti foto di atas.

Gambar pada ORI 5 sen berupa banteng yang samar di bagian utama.

Pada bagian belakangnya, terlihat sekali kepak sayap burung Garuda. Pengaman berupa tanda air dari serat halus.

Setelah emisi 1 berakhir, pada 1 Januari 1947 diterbitkan emisi II.

Di museum Bank Indonesia bisa kamu jumpai pecahan Rp 100 yang terbit sebelum masa Republik Indonesia Seitak yang ditandatangani oleh menteri keuangan RI ke-5, Mr. Sjafruddin Prawiranegara.

Uang ORI 100 rupiah ini didominasi warna hijau. Ukurannya 178 mm x 87 mm.

Sejarah mata uang Indonesia
via bukalapak.com

Pada bagian depan, terlihat gambar presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Sedangkan bagian belakang ada gambar Undang-Undang dengan beberapa ornamen. Pengamanan pada emisi II ini ditambahi kode kontrol selain serat halus.

Pada tahun 1947, pemerintah menerbitkan ORI emisi III dalam beberapa pecahan. Uang kertas ditandatangani oleh menteri keuangan, AA Maramis.

Pada masa berdirinya Republik Indonesia Serikat yaitu 27 Desember 1949, negara federasi merilis uang kertas Pemerintah Republik Indonesia Serikat dengan pecahan Rp 5 dan Rp 10. Fotonya ada di bawah ini.

Sejarah mata uang Indonesia
via bintancenter.blogspot.com

Antara 5 rupiah dan 10 rupiah tidak mengalami perbedaan dari segi desain, hanya beda dari segi warna.

Pada saat itu, percetakan mata uang rupiah tidak lagi dilakukan di Yogyakarta, tetapi di Jakarta, tepatnya di tanggal 1 Januari 1950. Mata uang ini ditandatangani oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara.

Uang Kertas Republik Indonesia Pertama

sejarah mata uang Indoensia
via mooibandoeng.com

De Javasche Bank atau sebutan Bank Indonesia yang dinasionalisasi pada tahun 1951 seperti foto di atas. Sehingga berjalan sebagai bank sentral yang baik bagi penataan kerja mata uang rupiah.

Pada tahun inilah, pemerintah RI menerbitkan dua seri uang baru yaitu 1 rupiah dan 2,5 rupiah.

sejarah mata uang indonesia
via uang-kuno.com

Pencetakan uang dilakukan di Security Banknote Printing Company, Amerika Serikat. Penandatangan dilakukan oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara selaku menteri Keuangan.

Pada tahun 1953, Undang-Undang memperbaharui uang emisi tahun 1951 dan diganti dengan tampilan baru serta ditandatangani oleh Soemitro Djojohadikusumo.

Uang terbitan tahun 1953 tersebut menjadi uang seri yang pertama kalinya dicetak Bank Indonesia.

Bank Indonesia sendiri pun merupakan De Javasche Bank yang telah dinasionalisasi.

Pada saat itu, pecahan yang dirilis Bank Indonesia yaitu Rp 5 hingga Rp 1.000.

sejarah mata uang Indonesia
via uang-kuno.com

Uang rupiah yang terbit pada tahun 1952 tidak lagi hanya ditandatangani oleh menteri Keuangan tetapi juga oleh Sjafruddin Prawiranegara selaku Gubernur Bank Indonesia. Uang ini berlaku hingga November 1954 dengan desain yang mengangkat budaya Indonesia.

sejarah mata uang Indonesia
via uangkuno5rupiah.blogspot.com
sejarah mata uang Indonesia
via uangkuno-rupiah.com

Pada tahun 1952, Bank Indonesia mulai merilis beberapa seri uang dari pecahan Rp 5 hingga Rp 1.000 menggunakan gambar pahlawan nasional seperti R. A Kartini dan Pangeran Diponegoro.

Selanjutnya pada tahun 1954, dirilis pecahan dan desain baru Rp 1 dan Rp 2,5 beranda tangan menteri keuangan Ong Eng Djie berukuran 130 x 60 mm.

Sedangkan pada tahun 1956, uang yang dirilis ditandatangani oleh menteri keuangan Jusuf Wibisono.

Uang Rupiah Kertas dari Bank Indonesia 1958-1960

Pemeritah RI mulai merilis uang kertas bergambar hewan sekitar tahun 1958 dari pecahan Rp 5 hingga Rp 1.000. Penadatanganan dilakukan oleh adalah Menteri Keuangan Mr. Sjafruddin Prawiranegara dan Direktur BI, TRB Sabaroedin.

Pada uang pecahan Rp 1.000, pada bagian depan bergambar gajah sedangkan bagian belakang bergambar pekerja tangan atau pengrajin. Tanda pengaman berupa watermark memuat gambar pahlawan nasional Pangeran Diponegoro. Foto ada di bawah.

sejarah mata uang Indonesia
uangkunopekanbaru.blogspot.com

Berlanjut ke tahun 1959, Bank Indonesia kembali merilis uang kertas seri Pekerja Tangan. Pecahan yang dirilis kala itu Rp 5 dan Rp 100 yang dicetak di Pertjetakan Kebajoran (baca: Percetakan Kebayoran).

Beranjak ke tahun 1961, seri lengkap rupiah pecahan Rp 5 sampai Rp 1.000 dirilis masih dengan tema pekerja tangan sampai tahun 1964. Pada tahun 1964 inilah, Bank Indonesia pertama kalinya merilis pecahan Rp 10.000.

Pada tahun 1960, Bank Indonesia menerbitkan lagi uang dengan tema burung dan bunga. Kala itu dicetak nominal Rp 5 hingga Rp 2.500 yang dicetak Inggris, Thomas De La Rue& Co Ltd. Foto ada di bawah.

sejarah mata uang Indonesia
via bukalapak.com

Uang Rupiah Masa Orde Baru

Sekitar tahun 1968, pemeritahan presiden Soeharto relatif lebih stabil dibandingkan orde lama. Bank Indonesia merilis seri uang rupiah baru bergambar Sudirman dengan pecahan Rp 1 hingga Rp 10.000.

Selama masa Orde Baru, Bank Indonesia merilis berbagau seri uang rupiah, hampir setiap dua tahun sekali. Rilis uang pecahan terbaru diterbitkan pada pemerintahan saat itu yaitu Rp 50.000. Pecahan tersebut diterbitkan guna memperingati ulang tahun RI ke 25 tahun.

sejarah mata uang Indonesia
via finansialku.com

Seperti pada gambar di atas. Pada saat itu, pecahan Rp 50.000 diberi gambar Soeharto yang sedang tersenyum beserta tulisan Bapak Pembangunan Indonesia. Gambar ini termasuk langka karena menampilkan sosok yang masih hidup pada uang. Biasanya tokoh yang dicetak pada uang adalah tokoh yang sudah meninggal dan memiliki jasa besar.

Masa Reformasi 1998-sekarang

Krisis moneter tahun 1998 meluluhlantakkan perekonomian Indonesia. Mata uang rupiah sempat terkapar menghadapi dollar Amerika Serikat.

Pada tahun 1999, dibuatlah seri baru rupiah yang pertama kali memuat pecahan Rp 100.000. Kemudian di tahun 2004, dirilis kembali seri uang baru dari pecahan kertas Rp 1.000 hingga 100.000.

Pada tahun 2009, Bank Indonesia merilis uang rupiah baru pecahan baru yaitu Rp 2.000 dalam bentuk uang kertas.

Mulai tahun 2010, 2011 hingga 2014, Bank Indonesia melanjutkan rilisan uang rupiah, sampai akhirnya pada tahun 2016 BI merilis 11 seri uang rupiah baru. Saat itu, ada tujuh pecahan uang kertas dan empat uang logam. Kesemua uang tersebut menampilkan 12 gambar pahlawan di bagian depan.

Harga Uang Kuno Indonesia Sekarang

Hingga sekarang, mata uang Indonesia seri kuno masih menjadi topik hangat untuk diperbincangkan dari banyak kalangan. Ini wajar karena uang kuno memiliki sejarah yang tak ternilai. Apalagi melihat desainnya yang sangat vintage, membuat banyak orang berbondong-bondong masih sengaja mencari uang kuno.

Hingga sekarang harga uang Indonesia kuno pun masih mahal, dari puluhan juta hingga ratusan juta seperti 1.000 Gulden keluaran tahun 1948.

Bahkan kemarin Indonesia dihebohkan oleh uang keluaran tahun 90an yang harganya mendadak melejit luar biasa. Yaitu uang 1.000 koin gambar kelapa sawit.

Uang yang dulu hanya dipakai untuk membeli jajanan sekolah di anak era 90an, kini mendadak memiliki nilai puluhan ribu hingga 3000ribu rupiah untuk satu koinnya.

Bayangkan kalau punya puluhan koin saja, kamu bisa hape baru.

Bagaimana, apa kamu masih menyimpan uang rupiah koin pecahan 1.000 gamabar kelapa sawit?

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.