Sejarah Kerajaan Singasari Lengkap dan Peninggalannya

Kali ini Satu Jua ingin membahas sejarah Kerajaan Singasari beserta peninggalannya. Sebab, Kerjaan Singasari hingga kini masih sering dibahas oleh banyak ahli sejarah di Indonesia. Ini yang menarik!

Sebelumnya, Singasari atau Kerajaan Singosari sendiri terletak di kawasan Kutaraja. Kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M.

Kerajaan Singasari menempatkan ibukota pemerintahannya di Tumapel yang merupakan daerah kecil yang berada di wilayah kekuasaan Kerajaan Kediri. Daerah ini dikepalai oleh seorang bupati/akuwu yang bernama Tunggul Ametung.

Nasib naas menimpa Tunggul Ametung karena Ken Arok membunuhnya. Ken Arok terpincut oleh kecantikan istri bupati Tumapel ini yang bernama Ken Dedes.

Dengan sebilah keris buatan Mpu Gandring yang belum sempurna pengerjaannya, Ken Arok membunuh Tunggul Ametung karena tidak sabar ingin segera memperistri Ken Dedes.

Mpu Gandring tidak terima karena kerisnya direbut paksa oleh Ken Arok. Akhirnya tak tanggung-tanggung, Mpu Gandring pun dibunuh oleh Ken Arok. Penginggalan kerajaan singasari

Sebelum melepas nafas terakhir, Mpu Gandring mengutuk Ken Arok bahwa keris itu akan membunuhnya hingga tujuh turunan.

Berbagai penemuan berupa candi di Jawa Timur terutama di daerah Singosari hingga Malang menjadi pembuktian keberadaan sejarah Kerajaan Singasari pada jaman dahulu.

Hal ini diperkuat dengan kitab Sastra dari kerajaan Majapahit karangan Mpu Prapanca yang berjudul Negarakertagama dan kitab Pararaton. Kedua buku tersebut menjelaskan raja-raja yang memerintah Singosari dan kedikdayaan Ken Arok.

Kitab Pararaton sebenarnya lebih banyak menulis tentang mitos atau dongeng. Namun, dari sinilah kita bisa tahu asal-usul Ken Arok. Penginggalan kerajaan singasari

Sebelum menjadi raja, Ken Arok adalah pengganti Tunggul Ametung yang telah dibunuhnya dan bertindak sebagai akuwu di Tumapel.

Setelah mendapatkan istri Tunggul Ametung, Ken Arok berencana untuk melepaskan diri dari belenggu kekuasaan kerajaan Kediri yan diperintah oleh Kertajaya.

Maka dengan bantuan kaum Brahmana yang sedang mencari perlindungan, keinginan Ken Arok dapat terpenuhi.

Pada 1222 M / 1144 C, kekuatan Ken Arok semakin menjadi-jadi. Ia mampu melumpuhkan Kertajaya di desa Ganter. Bersamaan dengan kemenangan ini, Ken Arok mengangkat dirinya sendiri sebagai raja Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi.

Silsilah Pimpinan dari Sejarah Kerajaan Singasari

sejarah Kerajaan Singasari lengkap
via eramuslim.com

Silsilah raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Singasari memiliki dua versi.

Pertama Versi Pararaton yang didapatkan dari Prasasti Kudadu menyebutkan bahwa pendiri kerajaan Singasari adalah Ken Arok yang kemudian digantikan oleh Anusapati (1247-1249 M).

Pemerintahan tersebut diteruskan oleh Tohjaya (1249-1250 M), yang kemudian diserahkan kepada Ranggawuni atau Wisnuwardhana (1250-1272 M).

Sedangkan menurut Negarakertagama berdasarkan prasasti Mula Malurung, raja yang pertama kali memimpin kerajaan Singasari adalah Rangga Rajasa Sang Girinathapura (1222-1227 M).

Kemudian tahta kerajaan dilanjutkan oleh Anusapati disusul oleh Wisnuwardhana (1248-1254 M). Raja terakhir yang berkuasa di kerajaan Singasari adalah Kertanegara (1254-1292 M).

Ken Arok bagi Sejarah Kerajaan Singasari (1222-1227 M).

sejarah kerajaan Singasari lengkap
via sejarahparatokoh.blogspot.com

Ken Arok disebut-sebut sebagai raja yang mendirikan kerajaan Singasari. Ini menurut kitab Pararaton yang bergelar Sri Rangga Sang Amurwabumi.

Di kitab ini juga menyebutkan berdirinya kerajaan Singasari juga sekaligus menjadi tanda lahirnya dinasti baru yang diberi nama Dinasti Rajasa (Rajawangsa) atau Girindra (Girindrawangsa).

Kutukan dari Mpu Gandring terjadi karena setelah 5 tahun berkuasa, Ken Arok dibunuh oleh suruhan anak tirinya, Anusapati. Ken Arok kemudian disemayamkan di Kegenengan di sebuah bangunan bernuansa Siwa-Buddha.

Anusapati pengganti Ken Arok (1227-1248 M)

sejarah kerajaan singasari lengkap
via budayajawa.id

Meninggalkan Ken Arok membuat Anusapati berkuasa. Di masa pemerintahannya yang terjadi selama 21 tahun, kerajaan Singasari tidak banyak mengalami perubahan karena Anusapati larut dalam kegembiraan sabung ayam.

Akhirnya penyebab kematian Ken Arok terbongkar dan diketahui oleh Tohjoyo yang merupakan hasil perkawinan antara Ken Arok dan Ken Umang. Sejarah kerajaan singasari lengkap

Tohjoyo merencanakan pembunuhan terhadap Anusapati. Tohjoyo mengundang Anusapati ke pesta sabung ayam yang diadakannya di Gedong Jiwa dimana Tohjoyo tinggal.

Saat Anusapati sedang asyik menikmati sabung ayam, Tohjoyo menghunuskan keris buatan Mpu Gandring. Jenazah Anusapati didarmakan di Candi Kidal.

Sosok Singkat Tohjoyo (1248 M)

Selepas meninggalnya Anusapati, Tohjoyo memerintah kerajaan Singasari.

Namun, kekuasaan di tangan Tohjoyo tidak berlangsung lama karena anak Anusapati yang bernama Ranggawuni.

Dengan bantuan Mahesa Cempaka, Ranggawuni melengserkan kekuasannya sebagai wujud balas dendam atas kematian Anusapati.

Ranggawuni (1248-1268 M)

sejarah Kerajaan Singasari lengkap
via budayajawa.id

Ranggawuni menggantikan Tohjoyo dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardhana. Sedangkan Mahesa Cempaka yang merupakan anak dari Mahesa Wongateleng dijadikan ratu Angabhaya dengan gelar Narasinghamurti.

Di kekuasaan Ranggawuni, Kerajaan Singasari memberikan ketentraman dan kenyamanan bagi rakyat Singasari.

Pada tahun 1254 M, Ranggawuni mengangkat anaknya, Kertanegara, sebagai raja muda untuk mempersiapkan dirinya turun tahta.

Pada tahun 1268, Ranggawuni meninggal dan digantikan oleh Kertanegara. Sejak itulah sosok Kartanegara mulai dikenal banyak rakyat Singasari.

Ranggawuni didharmakan di Jajaghu atau biasa disebut Candi Jago. Ia juga dianggap sebagai Buddha Amogapasa dan sebagai Siwa di Candi Waleri.

Perjuangan Sejarah Kertanegara (1268-1292 M)

sejarah kerjaan singasari
via sindonews.net

Di tahun 1268 Kertanegara naik tahta. Ia diberi gelar Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara.

Kertanegara mempunyai hasrat yang tinggi untuk menyatukan seluruh nusantara dibantu oleh tiga Mahamentri, yaitu Mahamentri I Halu, Mahamentri I Hino, dan Mahamentri I Sirikan.

Demi mewujudkan hasrat tersebut, Kertanegara tidak ingin dihentikan langkahnya oleh orang-orang yang tidak sepemikiran dengannya. Maka Kertanegara pun akhirnya mencopot Patih Raganata penggantinya adalah Patih Aragani.

Setelah berhasil menarik Sumenep ke dalam persatuan, Kertanegara menempatkan Banyak Wide sebagai bupati bergelar Aria Wiraraja. Akhirnya pulau Jawa berhasil ditaklukkan oleh Sri Kartanegara. Sejarah kerajaan singasari lengkap

Setelah daerah Jawa berhasil ditakhlukkan, Kertanegara mengirim Ekspedisi Pamalayu 1275 untuk menguasai kerajaan Melayu yang dipimpin oleh Adityawarman. Keberhasilan itu ditandai dengan dibawanya Arca Amoghapasa ke Dharmasraya.

Wilayah kekuasaan Kertanegara tidak hanya berhenti di Melayu saja, namun terus berkembang hingga ke Pahang, Sunda, Bali, Bakulapura yaitu Kalimantan Barat dan Gurun (Maluku).

Untuk menjaga wilayah kekuasaannya dari ekspansi Kubilai Khan dari Dinasti Mongol, Kertanegara menjalin persahabatan dengan Raja Campa.

Saat sebagian besar pasukan Singasari dikirim untuk Ekspedisi Pamalayu dan pasukan Mongol juga akan menyerang Singasari, Aria Wiraraja (adipati Sumenep) mengusulkan kepada Jayakatwang (Kediri) untuk menggulingkan kekuasaan Kerajaan Singasari.

Serangan tersebut dilakukan dari dua arah yang berbeda, yaitu dari arah utara yang merupakan serangan umpan dan dari arah selatan yang merupakan serangan inti.

Pasukan Kediri yang bergerak dari arah utara kalah dalam pertempuran.

Namun tak disangka. Saat Kertanegara dan para petinggi kerajaan berpesta pora merayakan kemenangan, pasukan Kediri dari arah utara malah menyerang dan berhasil masuk ke dalam istana.

Di saat itu juga Sri Kertanegara tewas. Sejarah kerajaan singasari lengkap

Sedangkan Ardharaja yang menjadi menantu Kertanegara, anak dari Jayakatwang, memihak Kertanegara dan marah besar atas tewasnya Kartanegara.

Sementara Raden Wijaya melarikan diri ke Sumenep untuk meminta perlindungan dan pengampunan dari Aria Wiraraja.

Permintaan damai Raden Wijaya diberikan oleh Jayakatwang dan dihadiahi sebidang tanah bernama Tanah Tarik.

Dengan tewasnya Kertanegara, kekuasaan Kerajaan Singasari diambil alih oleh Jayakatwang. Kertanegara didharmakan sebagai Bairawa di Candi Singasari. Orang Jawa menyebut Candi Singosari.

Pada intinya

Dilihat dari segi sosial, kehidupan masyarakan Singasari pernah mengalami peningkatan saat Ken Arok berkuasa di Tumapel, namun di bawah kekuasaan Ken Arok pulalah mulai banyak daerah lain yang bergabung dengan Tumapel.

Namun, pada saat Singasari dikuasai oleh Anusapati, kehidupan masyarakat Singasari mengalami penurunan karena Anusapati sibuk dengan kesenangannya bermain sabung ayam. Kehidupan kerajaan Singasari ditelantarkan oleh sang raja.

Sebaliknya di masa kejayaan Wisnuwardhana, taraf kehidupan masyarakan Singasari mulai membaik karena Wisnuwardhana mampu mengaturnya secara rapi.

Demikian pula saat Kertanegara berkuasa, kekuasaan Singasari semakin berangsur-angsur baik. Baik dalam hal sosial maupun politik dalam negeri dan luar negerinya.

Sebagai sebuah kerajaan, masa pemerintahan kerajaan Singasari termasuk berlangsung singkat. Sengketa antar saudara mewarnai perebutan kekuasaan dan di akhir Singasari sibuk dengan perluasan kekuasaan sehingga mengalami kelemahan di dalam negeri sendiri.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.