12 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Bukti Hebatnya Mahakarya Indonesia

Mahakarya agung peninggalan Kerajaan Mataram Kuno masih layak sekali ditilik atau diamati oleh semua kalangan. Indonesia bangga sekali memiliki warisan karya melaui peradaban kerajaan Mataram yang serat akan makna.

Kerajaan Medang atau Kerajaan Mataram Kuno adalah salah satu kerajaan besar di Nusantara yang terletak di Jawa Tengah.

Kali ini Satu Jua sengaja membahasa kerajaan Mataram Kuno karena kerajaan ini memiliki banyak peninggalan yang menjadi salah watu warisan budaya Indonesia.

Jumlah peninggalan Kerajaan Mataram Kuno sedikitnya ada dua belas peninggalan.

Apa saja itu? Mari kita bahas satu per satu di bawah ini.

1. Prasasti Kalasan

peninggalan kerajaan Mataram Kuno
Prasasti Kalasan via kekunaan.blogspot.com

Pada tahun 778 Masehi (orang dulu menyebutnya tahun 700 Saka), Wangsa Sanjaya dari kerajaan Mataram Kuni membuat prasasti yang disebut sebagai prasasti Kalasan. Huruf Pranagi (India Utara) dan bahasa Sansekerta digunakan dalam penulisan di Prasasti Kasalan.

Adanya Prasasti Kalasan menjadi salah satu bukti peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang sah. Karena melalui Prasasti Kalasan, kita bisa memahami bahwa dulu ada kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara pada zaman kerajaan Mataram Kuno.

Selain itu, Prasasti Kalasan juga menjadi dokumen yang sah atas terjadinya pembangunan Candi bernama Candi kalasan pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Prasasti Sakalan ditemukan di Kecamatan Kalasan, Yogyakarta dan disimpan di Museum Nasional Jakarta. Namun, kini kamu bisa menemukan Prasasti Kalasan di Museum Nasional, Jakarta. Karena di Museum tersebut Prasasti Kalasan disimpan.

Oh iya sekedar memberi informasi, bahwa prasasti merupakan sebutan dari piagam atau dokumen zaman prasejarah. Karena zaman dulu belum ada kertas, maka bahan untuk membuat piagam atau dokumen menggunakan bahan keras, seperti Prasasti.

2. Prasasti Kedu (Mantyasih)

peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Prasasti Kedu via tarabuwana.blogspot.com

Prasasti Kedu biasa disebut juga sebagai Prasasti Balitung atau Prasasti Tembaga Mantyasih.

Menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno sejak tahun 907 M yang ditemukan di kampung Mateseh, Magelang Utara, Jawa Tengah.

Di Prasasti Kedu atau Mantyasih ini, ada banyak daftar silsilah raja-raja Mataram Kuno yang punya kekuasaan penuh pada masanya. Di anataranya sebagai berikut :

Sri Maharaja Rakai Ratu Sanjaya (732–760)

Sri Maharaja Rakai Panangkaran (760–780)

Sri Maharaja Rakai Pananggalan (780–800)

Sri Maharaja Rakai Warak (800–820)

Sri Maharaja Rakai Garung (820–840)

Sri Maharaja Rakai Pikatan (840–856)

Sri Maharaja Rakai Kayuwangi (856–882)

Sri Maharaja Rakai Watuhumalang (882–899)

Sri Maharaja Rakai Watukumara Dyah Balitung (898–915)

Sri Maharaja Rakai Daksa (915– 919)

Sri Maharaja Rakai Tulodhong (919–921)

Sri Maharaja Rakai Wawa (921–928)

Sri Maharaja Rakai Empu Sindok (929–930).

Kenapa disebut Mantyasih? Sebab “Mantyasih” ternyata memiliki arti yaitu “Beriman dalam cinta dan kasih.”

3. Prasasti Ratu Boko

peninggalan kerajaan Mataram Kuno
Prasasti Ratu Boko via anangpaser.wordpress.com

Prasasti Ratu Boko menceritakan tentang kekalahan Balaputeradewa terhadap Pramodawardhani. Prasasti ini bentuknya segi empat yang terdiri dari 10 baris tulisan bahasa Jawa Kuno. Namun sayangnya, tidak semua tulisan bisa dibaca karena beberapa bagian tulisan hilang akibat aus.

Prasasti yang ditemukan di Kecamatan Prambanan, Sleman ini menggambarkan peperangan yang terjadi antar saudara.

4. Candi Borobudur

peninggalan Kerjaaan Mataram Kuno
Candi Borobudur via berita.bhagavant.com

Siapa yang tidak tahu Candi Borobudur? kamu pun pasti tahu.

Namun, kamu juga perlu mengetahui, bahwa Candi Borobudur merupakan peninggalan Kerjaaan Mataram Kuno.

Dari sekian banyak candi di Indonesia, Candi Borobudur merupakan salah satu candi yang paling terkenal di Indonesia bahkan dunia.

Candi ini terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah yang dipercaya didirikan pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra.

Para peneliti memperkirakan candi yang pernah masuk dalam 7 keajaiban dunia ini dibangun pada tahun 800-an Masehi oleh Wangsa Syailendra yang merupakan penganut kepercayaan Budha Mahayana.

5. Candi Pawon

peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Candi Pawon via wisataedukasi.id

Tak jauh dari lokasi Candi Borobudur, Candi Pawon juga menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.

Dalam bahasa Jawa, Pawon berarti dapur. Meskipun belum diketahui secara pasti apa alasan salah satu candi peninggalan Mataram Kuno ini disebut sebagai candi Pawon.

Namun, menurut ahli sejarah, nama “Pawon” berasal dari kata pawuan yang memiliki arti sebagai tempat menyimpan awu (abu).

Sebab di dalam Candi Pawon dijadikan tempat penimpanan abu jenazah Raja Indra ( 782 – 812 M ) yang menjadi ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra.

6. Candi Sewu

peninggalan kerajaan Mataram Kuno
Candi Sewu via idetrips.com

Berada di kawasan Candi Prambanan dan menjadi salah satu peninggalan kerajaan Mataram Kuno. Candi Sewu merupakan salah satu Candi Hindu-Buddha terbesar di Indonesia.

Diperkirakan Candi Sewu ini dibangun pada abad ke-8. Pemerintahan yang berkuasa saat itu adalah Rakai Panangkaran (746-784 M) dan Rakai Pikatan yang beragama Hindu pada masa Kerajaan Mataram.

7. Candi Mendut

peninggalan kerajaan Mataram Kuno
Candi Mendut via donisetyawan.com

Sesuai lokasinya, yaitu di Desa Mendut, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi Candi Mendut tidak jauh dari Candi Borobudur.

Candi Mendut juga merupakan Candi Buddha yang memiliki hubungan spesial dengan Candi Pawon.

Sayangnya hingga sekarang, belum ada kejelasan soal tahun berapa Candi Mendut dibuat. Namun beberapa ahli sejarah menduga, peninggalan kearjaan Mataram Kuno yang satu ini dibangun oleh raja pertama dari wangsa Syailendra pada tahun 824 M.

Dugaan tersebut atas dasar isi dari Prasasti Karangtengah (824 M). Dijelaskan bahwa Raja Indra dari dinasti Syailendra telah membuat bangunan suci bernama Wenuwana yang memiliki arti hutan bambu sebagai Candi Mendut.

Diperkirakan usia candi Mendut lebih tua daripada usia Candi Borobudur.

8. Candi Bima

peninggalan kerajaan Mataram Kuno
Candi Bima via harindabama.com

Candi Bima merupakan salah satu candi dengan arsitektur unik karena mirip dengan candi di India.

Sebab Candi Bima terdiri dari beberapa bangunan yang bentuk bangunannya berbeda dengan candi-candi yang ada di Jawa Tengah pada umumnya.

Arsitektur unik dari Candi Bima inilah yang menjadikan sosoknya cukup dikenal oleh banyak wisatawan.

Peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang satu ini dapat kamu kunjungi di dataran tinggi Dieng, tepatnya di Desa Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah.

9. Candi Arjuna

peninggalan kerajaan Mataram Kuno
Candi Arjuna via Picbear

Tidak jauh dari Candi Bima, Candi Arjuna juga bisa kamu temui di kompleks percandian Arjuna yang merupakan kelompok candi kerajaan Hindu di dataran tinggi Dieng, Banjar Negara.

Melihat dari ornamen candi, Candi Arjuna memiliki gaya pembangunan yang berbeda dengan kebanyakan candi. Lebih khas seperti candi-candi di India yang menjorok ke dalam.

10. Candi Semar

Peninggalan kerajaan Mataram Kuno
Candi Semar via pramudikaardi.wordpress.com

Peninggalan kerajaan Mataram Kuno berikutnya masih berada di dataran tinggi Dieng. Bentuk Candi Semar ini segiempat dan membujur dari utara ke selatan. Untuk arsitektur dan ornamennya, Candi Semar juga lebih khas ke gaya India.

Biasa juga disebut Candi Mini karena ukurannya yang kecil. Namun nama Semar diadopsi dari salah satu nama pewayangan versi Mahabharata yaitu Semar.

Pada zaman kerajaan Mataram Kuno, Candi Semar lebih sering digunakan oleh para pendeta dari agama hindu untuk melangsungkan acara keagamaan.

11. Candi Puntadewa

peninggalan kerajaan Mataram Kuno
Candi Puntadewa via Deskgram

Lagi-lagi di dataran tinggi Dieng, Candi Puntadewa merupakan peninggalan kerajaan Mataram Kuno Hindu yang masih berada di kompleks candi Arjuna.

Ukuran candi Puntadewa juga terbilang kecil, tapi yang berbeda dia terlihat tinggi dan belum menghilangkan ornamen khas Mataram Kuno.

Diberi nama Puntadewa berdasarkan nama tokoh pewayangan kelima Pandawa yang ada di cerita pewayangan.

12. Candi Srikandi

peninggalan kerajaan Mataram Kuno
Candi Srikandi via myridemyadventure.blogspot.com

Peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang terakhir ini juga masih di dataran tinggi Dieng. Lokasi tepatnya di kompleks candi Arjuna.

Bentuk Candi Srikandi menyerupai kubus, yang memiliki tinggi mencapai 50 meter dan dibangun di akhir abad ke-8 sampai awal abad 9.

 

Itulah kedua belas peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang sudah Satu Jua bahas. Semuanya berasal dari di Jawa Tengah dan lebih banyak di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara.

Oh iya, kamu juga sudah bisa loh mengunjungi ke semua peninggalan tersebut. Karena sekarang untuk mengunjunginya sudah bisa diakses dari mulai perjalanan hingga akomodasinya.

Salam seni dan budaya Indonesia!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.