Bagaimana Cara Hidup Jamur? Ini Penjelasan Lengkapnya!

PENGERTIAN JAMUR, CARA HIDUP, CIRI, HABITAT, REPRODUKSI, KLASIFIKASI, dan CONTOH JAMUR/FUNGI

Cara Hidup Jamur – Kali ini Satu Jua akan membahas soal klasifikasi makhluk hidup berupa jamur. Mulai dari jenis-jenis jamur hingga cara hidup dan habitat jamur secara lengkap. Semua dikemas dengan penjelasan sederhana bercampur ilmiah supaya kamu bisa lebih mudah untuk memahami dan tahu istilah-istilah pada cara hidup dan habitat jamur.

Jadi pada dasarnya, jamur bukanlah kategori tumbuhan yang bisa mengolah atau bahkan membuat makanan sendiri. Karena jamur tidak memiliki bahan untuk memasak atau biasa disebut klorofil.

Menurut wikipedia, jamur dikenal sebagai jamur, ragi, ragi atau jamur. Istilah kerang (mould) adalah untuk menggambarkan jamur pada saat proses asekksual (vegetatif).

Cara hidup jamur sendiri pun bergam. Ada yang dengan cara koloni atau berkelompok dan ada juga yang soliter atau individual.

Tapi pada dasarnya, cara hidup jamur dengan menyerap makanan dari zat organic di tempat yang mereka tinggali.

Jamur yang sebagai makhluk hidup parasit ini juga memiliki tempat hidup organik, baik tempat organik yang hidup maupun yang sudah mati.

Kalau yang mati seperti di tempat pelapukan sekitar jasad tumbuhan, atau biasa disebut dengan tumbuhan Saprofit, tumbuhan yang tidak punya klorofil yang hidup pada hasil perombakan atau pelapukan jasad lain.

Makanan yang didapat jamur sendiri sengaja diolah langsung di luar sel dari tubuhnya menggunakan enzim Hidrolitik.

Proses makanan tersebut nantinya akan disimpan dalam bentuk Kolagen atau pati. Itulah mengapa jamur juga disebut sebagai tumbuhan yang memiliki sifat Heterotrof atau tidak mempunyai klorofil.

Keunikan cara hidup jamur lainnya yaitu mereka memiliki dinding. Hal ini membuat jamur bisa masuk ke kingdom tersendiri.

Mari untuk mendalami lebih jauh tentang ciri-ciri, habitat, cara hidup, reproduksi, klasifikasi jamur, dan bentuk simbiosis jamur dengan organisme lainnya, serta peranan jamur dalam kehidupan kita.

1. Ciri-Ciri dan Jamur

a. Ukuran, Bentuk, dan Warna

cara hidup jamur
via pinterest.com

Jamur ada yang makroskopis dan ada juga yang berukuran mikroskopis. Jamur mikroskopis  terbentuk dari satu sel (uniseluler), sedangkan jamur makroskopis terdiri dari beberapa atau banyak sel (multiseluler).

– Cara hidup jamur makroskopis dapat dilihat lansung secara kasat mata, misalnya jamur kuping (Auriculariapolytricha), jamur merang (Volvariella volvacea) serta jamur tempe (Rhizopus oryzae). dibutuhkan mikroskop cahaya untuk melihat jamur.

– Cara hidup jamur sendiri memiliki bentuk dalam aneka variasi, antara lain berbentuk pipih, bercak-bercak, oval, bulat, embun tepung (mildew), kancing baju, payung untaian benang seperti kapas, dan mangkok.

– Cara hidup jamur bersel satu (uniseluler) berbentuk oval, misalnya Saccharomyces cerevisiae. Jamur berbentuk untaian benang seperti kapas contohnya, misalnya Jamur berbentuk seperti payung, jamur tempe (Rhizopus oryzae)., jamur merang (Volvariella volvacea).

– Jamur berbentuk seperti mangkok adalah jamur “puffball” (Lycoperdon gemmatum).

– Jamur jamur kuping (Auricularia polytricha) berbentuk pipih.

– Jamur penyebab panu berbentuk seperti bercak-bercak.

– Cara hidup jamur lainnya juga ada yang dalam wujud embun tepung (mildew), seperti kapang roti (Mucor sp) misalnya. Jamur yang satu ini berwarna hijau karena tidak memiliki klorofil. Lichen (lumut kerak atau biasa disebut jamur kerak) berwarna hijau karena jamur hidup bersimbiosis pada ganggang.

b. Contoh Tubuh Jamur

cara hidup jamur
via fineartamerica.com

Tubuh jamur terpola oleh sel-sel eukariotik atau dinding sel dari zat kitin. Zat kitin sendiri terbentuk atas polisakarida yang punya kandungan nitrogen. Zat kitin pada dasarnya bersifat kuat dan fleksibel.

Sel-sel tubuh jamur makroskopis memiliki karakter unik yaitu sanggup memanjang. Ini dikarenakan punya bentuk benang yang disebut hifa. Hifa sendiri membentuk jaringan yang disebut miselium.

Struktur Hifa menyerupai benang yang terdiri atas uniseluler dan multiseluler yang dikelilingi dinding berbentuk pipa. Terdapat pada beberapa jenis jamur hifa memiliki sekat-sekat atau pemisah antarsel yang disebut septa.

Septa memiliki pori yang sangat besar sehingga organel sel bisa mengalir dari suatu sel ke sel lainnya. Sel pada jamur mengandung organel eukariotik, antara lain : mitokondria, ribosom, dan inti sel (nukleus). Pada beberapa jenis dan habitat jamur yang lain, hifa yang tidak memiliki pemisah disebut juga dengan asepta. 

2. Cara Hidup dan Habitat Jamur

a. Cara Hidup Jamur

cara hidup jamur
via biologydictionary.net

Sebagai salah satu organisme heterotrof, cara hidup jamur saat mendapatkan makanannya dengan menyerap zat organik. Melalui nutrisi dari zat organik tersebut, jamur akan melonggarkan secara ekstraseluler di luar sel tubuhnya lalu menjadikannya zat organik yang lebih sederhana.

Sebagai contoh jenis jamur Rhizopus oryzae (yang akan kita bahas di poin berikutnya). Cara hidup jamur jenis ini berada di kedelai yang menyebabkan tumbuhan kedelai menjadi lunak dan mudah dicerna menggunakan enzim dari jamur digunakan untuk antivitas hidup jamur, sebagian enzimnya lagi sengaja disimpan untuk cadangan makanan dalam bentuk glikogen.

b. Jamur Saproba (Pengurai)

Cara hidup jamur
saproba.com

Cara hidup jamur saproba dengan menguraikan organisme yang sudah mati atau bahan organik lainnya untuk mendapatkan nutrisi. Pada tumpukan sampah organik yang basah, Jamur saproba dapat tumbuh.

Sampah organik yang basah seputar : sisa bahan makanan, tumpukan kertas basah, bekas pohon yang tumbang, pakaian basah, sepatu, tas kulit dan lain-lain.

Baca juga : Contoh Sampah Organik dan Non Organik serta Manfaatnya

Meskipun cara hidup jamur sproba dinilai sebagai bakteri, namun jamur saproba punya peran yang sangat penting bagi ekosistem, yaitu sebagai pengurai (dekomposer) sisa organisme guna mengembalikan unsur hara ke menjadi tanah atau sering juga digunakan sebagai pupuk tanaman.

c. Jamur Parasit

Cara hidup jamur
via depositphotos.com

Cara hidup jamur parasit hidup dengan menyerap nutrisi dari tubuh organisme lain yang ditumpangi (inang). Perlu diketahui, jamur parasit juga bisa menyebabkan penyakit kecil dan bersifat patogen bagi inang yang ditumpangi. Contoh penyakit kecilnya seperti panu di kulit dan ketombe di kepala.

d. Habitat Jamur

cara hidup jamur
via britannica.com

Jamur pada umumnya memiliki habitat yang sangat beragam sesuai cara hidup jamur sendiri. Jamur saproba misalnya. Mereka bisa berkembang dan tumbuh subur pada sisa-sisa organisme, baik yang terdapat pada darat, air tawar, maupun air laut.

Di darat, cara hidup jamur juga bisa dijumpai di tempat basah dan lembap hingga jamur tumbuh subur saat musim penghujan.

Jamur parasit bisa hidup pada berbagai organisme dengan kondisi sel inang, misalnya terdapat di organ dalam tubuh, jaringan kulit, dan macam-macam jaringan tumbuhan.

Sementara jamur simbiosis mutualisme (nama ilmiahnya lichen) yang sanggup bertahan hidup di lingkungan ekstrem. Seringkali bisa dijumpai di daerah kutub dengan tingkat dingin yang ekstrem, di gurun yang sangat panas, pada bebatuan yang gersang, hingga menempel di pohon-pohon yang sudah lapuk.

3. Reproduksi Jamur

cara hidup jamur
via yourarticlelibrary.com

Reproduksi jamur biasanya terjadi secara vegetatif dan generatif seperti pada umumnya, reproduksi secara generatif ialah reproduksi darurat yang hanya terjadi bila terdapat perubahan pada kondisi linkungan.

Sedangkan reproduksi jamur secara generatif dapat membuahkan keturunan dengan variasi genetik, jika dibandingkan dengan reproduksi secara vegetatif. Variasi genetik inilah yang memungkinkan jamur menghasilkan keturunan yang lebih mudah menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau biasa disebut adaptif.

a. Reproduksi Secara Vegetatif

Gambar di atas adalah reproduksi secara vegetatif pada jamur unisel dilakukan melalui bentuk tunas yang tumbuh menjadi individu sendiri, sedangkan reproduksi vegetatif pada jamur multisel dilakukan dengan cara seperti penjelasan di bawah ini.

  • Fragmentasi (Pemutusan) hifa. Pemotongan hifa secara terpisah hingga berhasil tumbuh kembali menjadi jamur baru.
  • Spora aseksuual. Sebuah pembentukan dalam wujud sporangiospora atau konidiospora.

Jamur jenis dewasa akan menghasilkan sporangiofor. Di ujung sporangiofor didapati sporangium atau biasa disebut kotak spora.

Di dalam sporangium ini terjadi pembelahan sel secara mitosis (proses dimana sebuah sel tunggal membelah dan secara umum melahirkan dua sel yang identik) sehingga menghasilkan banyak sporangiospora dengan kromosom yang haploid (n).

4. Klasifikasi Jamur

cara hidup jamur
via permaculturenews.org

Terdapat sekitar 1,5 juta spesies jamur di seluruh dunia menurut para ahli mikrologi. Menurut mereka jamur saat ini yang telah berhasil diidentifikasi berjumlah lebih dari 100.000 spesies.

Berikut ini beberapa klasifikasi jamur :

a. Zygomycota

cara hidup jamur
via rebanas.com

Zygomycota sendiri merupakan jamur yang menggunakan zigosporangium (berdinding tebal dan dapat tumbuh) sebagai alat bantu reproduksi.

Zygomycota pun bisa bereproduksi dengan fragmentasi miselium atau spora vegetatif yang dihasilkan oleh sporangium. Seperti contoh zygomycota adalah Rizopus stolonifer, Rhizopus oryzae (jamur tapai), Rhizopus oligosporus (jamur tempe).

Berikut adalah ciri-ciri zygomycota:

  • Memiliki hifa soenositik (bersekat dan tidak bersekat)
  • Alat reproduksinya berupa zigosporangium
  • Membentuk zigospora
  • Dinding sel tersusun dari zat kitin
  • Hidup saprofit
  • Miselium bercabang banyak
  • Mempunyai haustoria
  • Tidak memiliki zoosporaSpora berupa sel-sel berdinding

b. Ascomycota

cara hidup jamur
via pinterest.ca

Ascomycota merupakan jenis jamur yang cara berkembang biaknya dengan membentuk sel spora di bagian dalam. Proses ini biasa disebut askus.Bentuk askus sendiri mirip kantung kecil.

ciri-ciri ascomycota:

  • Hifa bersekat
  • Alat reproduksinya berupa askus
  • Umumnya hidup saprofit
  • Perkembangbiakan secara vegetatif yang dilakukan dengan pembentukan konidium, fragmentasi, dan pertunasan
  • Memiliki banyak inti sel
  • Sebagian besar multiseluler
  • Spora tidak berflagelaBentuk tubuh seperti mangkuk

c. Basidiomycota

Basidiomycota ialah jamur yang telah bereproduksi dan membentuk spora di atas sel. Sel ini biasa disebut basidium.

jenis basidiomycota:

  • Hifa bersekat
  • Multiseluler
  • Vegetatifnya memiliki satu inti haploid
  • Memiliki basidiokarp
  • Badan buah berbentuk seperti payung atau kuping
  • Umumnya hidup saprofit
  • Beberapa jenis dapat dijadikan sumber makanan

d. Deuteromycetes

Deuteromycetes/deuteromycotina/deuteromycota ada pada jamur yang belum diketahui proses reproduksinya. Cara reproduksi semacam ini dilakukan dengan metode konidia.

Begini ciri-ciri deuteromycota:

  • Hifa bersekat
  • Reproduksi vegetatif dengan konidia
  • Dinding sel terbuat dari zat kitin

 

Demikianlah artikel kali ini yang membahas tentang ciri-ciri jamur, habitat, cara hidup, reproduksi, klasifikasi jamur, bentuk simbiosis jamur. Semoga bermanfaat!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.